Monday, 12 November 2018

Pernikahan Agama dan Pernikahan Sipil. Apa Bedanya?


Di Indonesia, wajib hukumnya mencatatkan legalnya pernikahan yang telah berlangsung baik secara agama maupun sipil (negara). Jika tidak tercatatkan ke dalam salah satunya, maka status pernikahannya akan dipertanyakan, atau akan kesulitan untuk mengurus dokumen penting lain yang dibutuhkan setelah menikah.

Lalu, apa beda pernikahan secara agama dan pernikahan sipil?

Pernikahan Agama

Pernikahan agama adalah pernikahan yang dilakukan dengan persyaratan dan tata cara agama dan dianggap sah secara hukum agama tersebut.

Pernikahan Agama sendiri ada 2 macam:

1.  Pernikahan Agama Resmi

Yaitu pernikahan yang sah secara agama dan tercatat oleh negara dengan bukti berupa dokumen yang dikeluarkan oleh negara. Jika kamu menikah secara Islam melalui KUA, artinya pernikahan kamu sah secara agama Islam dan sah juga secara sipil (hukum negara). Bukti dokumen dari negara adalah buku nikah KUA. Pasangan agama non-Islam yang melaporkan pernikahan agamanya ke kantor catatan sipil akan mendapatkan bukti dokumen negara berupa Akta Pernikahan.

2.  Pernikahan Siri

Pernikahan siri dianggap sah secara hukum agama saja, namun tidak sah dalam hukum negara karena tidak dilaporkan atau tidak tercatat oleh negara. Biasanya pernikahan siri akan berujung rumit.

Pernikahan Sipil

Pernikahan sipil atau negara dilakukan dengan persyaratan dan tata cara yang sudah diatur dalam UU Perkawinan, dan dianggap sah secara hukum negara. Sering juga disebut dengan Pernikahan Negara.

Pernikahan ini sah dan diakui secara hukum negara jika pernikahan sudah dilaksanakan secara agama kemudian dicatatkan secara sipil. Orang yang menikahkan bukan pemimpin agama atau penghulu tetapi petugas pernikahan atau catatan sipil.

Pernikahan sipil tidak membutuhkan persetujuan atau kehadiran orangtua jika kedua calon pengantin sudah berusia 21 tahun

Di Indonesia pernikahan secara sipil saja tidak berlaku. Jika WNI ingin menikah secara sipil saja tanpa nikah agama, maka harus melakukan pernikahan sipil di negara lain. Undang-Undang pernikahan di Indonesia mengharuskan pernikahan dilakukan secara agama, sehingga kedua pasangan harus beragama sama. Artinya pernikahan beda agama di Indonesia tidak bisa dilakukan. Pernikahan sipil biasanya dipilih oleh pasangan yang berbeda agama.

Sertifikat pernikahan sipil dari luar negeri memiliki kekuatan yang sama dengan pernikahan resmi yang dilakukan dalam wilayah Indonesia. Syaratnya adalah melaporkan sertifikat nikah luar negeri tersebut ke kantor Catatan Sipil di Indonesia. Jika kamu melapor, Catatan Sipil akan mengeluarkan surat laporan pencatatan pernikahan yang berguna untuk mengurus berbagai dokumen di Indonesia, salah satunya adalah akta kelahiran anak.

Nah, sekarang sudah paham kan bedanya?

No comments:

Post a Comment