Wednesday, 27 June 2018

Tradisi Adat Pernikahan Gorontalo



Gorontalo adalah sebuah provinsi di pulau Sulawesi yang terkenal dengan julukan “Kota Serambi Madinah”, yang memiliki tradisi adat pernikahan unik dan memukau. Adat pernikahan Gorontalo memiliki pakem yang harus dipatuhi, tidak boleh asal sembarang melakukannya. Misalnya pada pemilihan warna, beberapa warna seperti putih dan biru dianggap sebagai ekspresi duka cita, sehingga tabu dipakai untuk pernikahan adat. Tidak hanya itu, ternyata calon pengantin juga perlu belajar tari singkat, karena ada ritual adat yang mengharuskan calon mempelai pria menunjukkan kebolehannya menari dan melempar selendang. Mempelai wanita pun demikian, ia mesti lihai memegang alat – semacam pedang, sambil menari di depan pelaminan. Luar biasa!

Prosesi Pernikahan Adat Gorontalo

Pertama-tama yang harus dilalui adalah proses meminang atau Tolobalango dalam istilah Gorontalo. Setelah pinangan diterima, prosesi adat dilanjutkan dengan mengantar seserahan dan mahar dari pihak calon mempelai pria kepada pihak calon mempelai wanita. Mahar dan hantaran lain berupa barang-barang berharga, perhiasan, dan buah buahan yang semuanya dibawa dalam wadah berbentuk seperti perahu (kola-kola) dan dilaksanakan dengan semarak diiringi tabuhan rebana.

Pada malam sehari sebelum upacara pernikahan diadakan upacara Mopotilontahu atau Molilo huwali yang berarti “menengok dan mengintip”. Dimana pihak keluarga calon mempelai pria mengunjungi rumah calon mempelai wanita. Pada tahapan ini, calon mempelai pria bersama ayahnya atau wali akan menari Saronde atau Molapi Saronde (melempar selendang). Tarian ini dimaksudkan untuk memperlihatkan kepada si gadis, bahwa mempelai pria siap mengarungi bahtera rumah tangga.

Pada acara puncak di keesokan harinya, seorang pemangku adat akan memimpin jalanannya rangkaian acara sesuai akad atau pemberkatan pernikahan pasangan mempelai.

Jika di malam sebelumnya sang mempelai pria yang menari, kali ini giliran mempelai wanita ditemani seorang pendamping senior dan telah berkeluarga menampilkan tarian tradisional Tidi Daa atau Tidi Loilodiya di depan pelaminan – disaksikan para tamu undangan saat resepsi. Tarian ini menggambarkan keberanian dan keyakinan sang mempelai wanita menghadapi badai dalam kehidupan berumahtangga.

Dekorasi Pelaminan Adat Gorontalo

Ada empat warna yang wajib diaplikasikan pada dekorasi pelaminan adat Gorontalo, yakni ungu, kuning emas, hijau dan merah. Tiang-tiang semacam pilar penyangga kanopi dengan bentuknya yang unik, dibalut beberapa kain sesuai warna adat yang digunakan. Bagian atas kanopi melambangkan mahkota kerajaan.

Untuk perhelatan besar yang diselenggarakan di sebuah gedung atau hotel, biasanya pelaminan adat dipadukan dengan dekorasi modern, antara lain penambahan elemen dekoratif lain seperti vas berisi rangkaian bunga segar, tata cahaya (lighting) modern, bahkan membingkai pelaminan adat dengan etalase dekoratif gaya kontemporer.


No comments:

Post a Comment