Thursday, 31 December 2015

PERNIKAHAN NASIONAL SUNDA ANTARI & HADI


Hadi beserta keluarga besar menggunakan salah satu gedung yang terletak di kawasan Halim Perdanakusuma sebagai tempat berlangsungnya akad nikah sekaligus resepsi. Selain karena lokasinya yang cukup strategis & hampir semua orang  tahu, menjadi alasan lain ialah karena orang tua Antari juga bekerja dikawasan tersebut, tepatnya mereka memilih gedung Griya Ardya Garini untuk menjadi saksi penyatuan cinta mereka.


Semua persiapan hingga berlangsungnya moment sekali seumur hidup ini Antari lakukan sendiri tanpa Hadi, karena jarak yang memisahkan keduanya. Hadi harus bekerja diluar Jakarta sehingga membuat Antari harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan bantuan keluarga besarnya.

Dalam balutan busana dengan konsep nasional sunda, pasangan ini merajut bahagia. Gaun berwarna putih dikenakan Antari pada saat prosesi akad nikah, memberikan kesan syahdu. Kemudian nuansa pesta terlihat lebih cerah, busana resepsi yang mereka kenakan kini didominasi dengan warna gold dan peach. Bahkan area pesta, area penerima tamu dan dekorasi pelaminan juga ikut serta didominasi oleh warna tersebut, kecerian warna yang mampu mewakili rasa bahagia pasangan pengantin ini. Terlihat senyum keduanya selalu mengembang dari awal hingga akhir pesta, pasangan yang sangat serasi.

Selamat menempuh hidup baru Antari dan Hadi,,,


Adat Pernikahan   :  Nasional Sunda
Lokasi                   :  Gedung Griya Ardya Garini,
                                 Jl. Rajawali Raya Halim Perdanakusuma,Jakarta Timur.
Telp                       : 021 809 7602, 021 801 9248

Thursday, 17 December 2015

Tari Pa’ Gellu Sebagai Tari Pembuka Dalam Pesta Pernikahan









Kesenian tradisional, khususnya seni tari, sering ditampilkan masyarakat Toraja saat menyelenggarakan upacara adat, termasuk upacara pernikahan. Suku Toraja seringkali menari untuk mengekspresikan perasaan yang sedang mereka rasakan, jenis tarian yang dipilih tentunya disesuaikan dengan makna dibalik tarian tersebut.

Salah satu jenis tarian yang dipertunjukkan sebagai ekspresi bahagia adalah Tari Pa’ Gellu, tarian ini merupakan salah satu tarian dari Sulawesi Selatan. Pa’ Gellu berasal dari bahasa Toraja yang berarti menari – nari dengan riang gemulai sambil menggerakkan tangan dan badan lemah gemulai.

Mereka menari diiringi irama tabuhan gendang yang dimainkan oleh para pria, para penari yang disebut Ma’ Toding ini mengenakan busana serta aksesoris menyerupai emas & perak, seperti keris emas ( sarapang bulawan ), kandaure, sa’pi’ Ulu’ dan tali tarrung. 

Tari Pa’ Gellu ini sebenarnya melambangkan acara penyambutan terhadap pahlawan, pesta syukuran dimusim panen atau saat menyambut kehormatan. Tapi sekarang tarian ini menjadi pilihan utama hiburan pada pesta pernikahan yang mengusung adat Toraja. Saat tarian ditarikan, para penonton bisa menghampiri penari untuk menyelipkan uang diantara hiasan kepala para penari dan dapat ikut serta menari.

Selain sebagai hiburan, ditampilkannya tarian ini dalam pesta pernikahan juga dapat menjadi wadah untuk memperkenalkan budaya bangsa, salah satunya yaitu budaya tanah Toraja.

Salam

Sandra's Project