Thursday, 18 June 2015

Pilihan Hiburan Dalam Pernikahan Adat Jawa

Dalam tradisi pernikahan adat jawa terdapat adat pengiring pengantin yang disebut dengan cucuk lampah dan edan – edanan. Prosesi simbolik ini berlangsung pada saat pengantin & barisan keluarga memasuki ruang pesta dan berjalan menuju pelaminan.

Selain dua prosesi pengiring pengantin tersebut, tarian yang ditampilkan dalam pesta pernikahan juga dapat memberikan hiburan tersendiri, ada beberapa tarian yang dapat menjadi pilihan hiburan untuk disuguhkan.


Cucuk lampah menari dengan tarian adat jawa yang lemah gemulai, sepanjang karpet merah dan mengantarkan pengantin hingga duduk dipelaminan. Cucuk lampah juga memberitahukan kepada pengantin bagaimana cara melangkah atau memasuki ruangan, cara bergandengan tangan, membantu pengantin menaiki tangga pelaminan bahkan membantu fotografer untuk mengatur posisi foto. Cucuk lampah selalu diperankan oleh satu orang pria yang berdandan khas adat Jawa, lengkap dengan kain, beskap, blangkon, keris dan hiasan lainnya, sehingga cucuk lampah lebih terkesan rapi dan berwibawa. Cucuk lampah itu sendiri terdapat dua versi yaitu versi Jawa Solo atau Jawa Jogja.


Selain cucuk lampah, ada juga namanya tarian beksan edan – edanan atau tari edan – edanan. Fungsinya sama dengan cucuk lampah, hanya saja untuk edan – edanan ini diperankan oleh dua orang atau pasangan ( laki – laki dan perempuan ). Tarian ini lebih cenderung unik, karena pemain edan – edanan berpenampilan lebih lucu dan riasannya sangat mencolok dengan make up karakter jenaka, tari Edan – Edanan ini lebih tepatnya berasal dari Jawa Jogja.

Keduanya mempunyai maksud dan tujuan yang sama yaitu sebagai prosesi penolak bala atau bencana untuk mengusir semua bentuk gangguan dalam wujud apapun, terutama roh jahat yang yang dapat mengganggu jalannya penyelenggaraam resepsi.


Tari Bambangan Cakil, tarian ini merupakan bentuk tarian klasik. Menceritakan perang antara kesatria & raksasa yaitu Cakil & Arjuna, mempunyai makna bahwa segala bentuk kejahatan pasti kalah dengan kebaikan. Tarian ini juga dapat menjadi salah satu pilihan hiburan untuk ditampilkan dalam acara pesta pernikahan. Terdapat filosofi tersendiri dalam tarian ini yaitu mampu menggambarkan dua orang yang sedang memadu kasih yang dalam perjalanannya senantiasa mendapat cobaan dari sekitarnya, tetapi akhirnya masalah – masalah tersebut dapat diatasi dan akhirnya bisa naik sampai ke pelaminan. Tari Bambangan Cakil selalu dimainkan oleh dua orang pria dengan dandanan dan busana seperti di adegan wayang.


Tari Gatotkaca Gandrung, merupakan kisah kesatria yang jatuh cinta. Tari ini menunjukkan sisi romantisme gatotkaca yang selalu diidentikkan dengan kesatria yang gagah perkasa dimedan perang. Akan tetapi, Gatotkaca yang tegap & gagah perkasa ternyata tidak mempunyai keberanian untuk mengatakan perasaannya kepada gadis idamannya, sehingga lahirlah tarian ini. Tarian ini diperagakan oleh dua orang atau berpasangan ( laki – laki & perempuan ), dengan riasan dan busana seperti gatotkaca & dewi pergiwa.


Tari Rama Shinta, dari namanya saja sudah dapat dimengerti bahwa tarian ini merupakan ekspresi dari kisah Rama & Shinta. Kisah cinta yang hampir semua orang tahu, kesetiaan & cinta tulus sangat tergambar dalam tarian ini. . Tarian ini juga diperagakan oleh dua orang atau berpasangan ( laki – laki & perempuan ), dengan riasan dan busana seperti Rama & Shinta, lengkap dengan aksesoris pewayangan. Tarian ini juga menjadi salah satu pilihan hiburan dalam pesta pernikahan, sesuai dengan nama dan cerita yang terkandung didalamnya sangat tepat untuk ditampilkan pada pesta bersatunya dua insan tersebut.


Tari Karonsih, merupakan tari perlambangan percintaan antara Dewi Sekartaji & suaminya Panji Asmarabangun. Tari ini juga seringkali disajikan pada acara pesta pernikahan dengan iringan Ladrang Temanten. Tari Karonsih ini menceritakan tentang penantian Dewi Sekartaji atas suaminya yaitu Panji Asmarabangun yang tak kunjung datang, namun pada saat kedatangannya, Dewi Sekartaji sudah terlanjur kecewa dan Panji Asmarabangun meluluhkan hati Dewi Sekartaji dengan  berbagai macam rayuan. Setiap detail cerita tergambar pada gerak tari ini.


Tari Gambyong, merupakan salah satu jenis tari tradisional Jawa, khususnya Jawa Tengah. Ciri khas Tari Gambyong, sebelum dimulai selalu dibuka dengan gendhing pangkur. Tariannya terlihat sangat indah & elok, keselarasan gerak dengan irama gendang. Banyak masyarakat yang tertarik menggunakan tari Gambyong sebagai tarian pembuka dalam acara pesta pernikahan, selain sebagai cara untuk menunjukkan identitas pemangku hajat, keluwesan tarian ini juga mampu memikat para tamu undangan untuk menyaksikan detail demi detailnya, tidak hanya menjadi hiburan yang mengagumkan. Tarian ini biasanya ditampilkan oleh sekelompok wanita dengan riasan adat jawa, lengkap dengan kain, kemben dan sanggulnya.


Tari Gambyong juga bisa digunakan sebagai tari pengiring pengantin ( kirab pengantin ). Para penari gambyong berbaris didepan pengantin & barisan keluarga, untuk mengiringi sekaligus mengantarkan pengantin kepelaminan. Tari gambyong merupakan hasil perpaduan tari rakyat & tari keraton, dan nama gambyong sendiri merupakan nama seorang wanita yang pandai serta piawai dalam membawakan tarian, indah serta lincah.


Sedangkan pengiring musik pada pernikahan adat Jawa biasanya menggunakan Gamelan, Siteran dan Campur Sari.

Gamelan jelas bukan musik yang asing, musik gamelan menjadi pilihan utama untuk digunakan sebagai musik pengiring dan hiburan dalam pesta pernikahan yang mengusung adat Jawa. Gamelan merupakan seperangkat alat musik yang terdiri dari kendang, rebab, celempung, gambang, gong & seruling bambu, kemudian dilengkapi dengan para sinden ( penyanyi wanita ). 


Siteran merupakan musik gamelan yang didominasi dengan permainan siter dan sering juga disebut sebagai versi mininya gamelan. Siter adalah alat musik yang dimainkan dengan cara dipetik, siteran ini juga dapat berdiri sendiri sebagai musik pengiring/ hiburan. Musik ini juga dilengkapi dengan alat music lain seperti gong, kendang dan tentunya ada sinden ( penyanyi wanita ) juga.


Istilah Campur Sari dalam dunia music nasional Indonesia mengacu pada campuran ( crossover ) beberapa genre music kontemporer Indonesia. Nama campursari diambil dari bahasa Jawa yang sebenarnya bersifat umum. Musik Campursari terkait dengan modifikasi alat – alat musik gamelan dan dapat dikombinasikan dengan instrumen music barat tetapi tetap tunduk pada pakem music langgam jawa & gending. Sehingga music ini mampu menjadi salah satu musik khas Jawa, dan dapat dinikmati dalam berbagai bentuk acara, salah satunya adalah pada acara pesta pernikahan.

Banyak pilihan hiburan yang dapat disuguhkan pada pesta pernikahan, untuk menjamu para tamu undangan dan menambah kemeriahan pesta yang sedang diselenggarakan. Disamping itu juga kita dapat ikut serta melestarikan budaya bangsa.

Selamat mencoba & semoga dapat memberikan inspirasi bagi para calon pengantin untuk menentukan pilihan hiburan dalam pesta pernikahan yang akan diselenggarakan.

Terimakasih....