Friday, 29 May 2015

Pernikahan Nanda & Arief, Pesona Tradisi Banjar & Minang

Pernikahan selalu menjadi momen sakral dan mendebarkan, demikian halnya bagi Nanda & Arief yang melangsungkan pernikahan dipenghujung tahun 2014 ini. Pasangan yang sama – sama berkecimpung didunia pertelevisian ini disibukkan dengan aktivitas masing – masing, sehingga Nanda & Arief mempercayakan pada Sandra’s Project Wedding Package Designer untuk menangani acara istimewa mereka, mulai dari persiapan hingga pelaksanaannya. Nanda & Arief memilih membingkai momen bersejarah mereka dengan memadukan dua tradisi yaitu tradisi Banjar & Minang

Suasana sakral mengiringi upacara akad nikah yang diselenggarakan di gedung Is Plaza, gedung yang sama untuk nantinya digelar acara resepsi pernikahan mereka. Senyum bahagia menghiasi wajah kedua mempelai, bersanding saat ijab qabul telah usai. Balutan busana nuansa putih yang dipercantik sentuhan warna maroon & gold khas adat Banjar menambah keagungan penampilan kedua pasangan ini

Malam harinya digelar resepsi bernuansa Minang, yang dihadiri sekitar 1000 tamu. Pasangan ini tampil megah dalam balutan busana adat Minang sentuhan modern, pesona mempelai wanita hadir dalam kebaya modern warna hijau botol yang dikombinasikan dengan perhiasan sunting keemasan

Pusat perhatian tentu tertuju pada pasangan Nanda & Arief yang berdiri dipanggung pelaminan. Ruang resepsi yang ditata dengan dekorasi bertema warna gold dan maroon, melukiskan keindahan pesta tersendiri yang pastinya akan di ingat dalam kenangan oleh semua handai tolan dan keluarga yang hadir pada malam istimewa tersebut

Congrat’s Nanda & Arief ……


Adat Pernikahan: Banjar & Minang
Lokasi: Gedung Is Plaza

Friday, 22 May 2015

Tata Rias Pengantin Yogya Corak Paes Ageng, Dodot & Modifikasi

Yogya Paes Ageng adalah busana pengantin khusus untuk perkawinan agung didalam kraton untuk putra – putri Sri Sultan, rias pengantin ini sangat khas dengan bentuk alis dan paes prada yang menjadi ciri utama.

Hiasan yang juga menjadi ciri khas dari rias pengantin Yogya Paes Ageng yang dikenakan oleh pengantin wanita adalah Alis menjangan ranggah, godheg, pethat gunungan, ceplok, jebehan sritaman dan bros, Cundhuk mentul 5 buah, Centhung 1 pasang, Sanggul Bokor, Sumping ron pupus kates, Suweng ronyok/ bumbungan, kalung sang-sang/ sungsun tanggalan, klat bahu, jengil ( pita dari udhet cinde ), pending/ slepe/ ikat pinggang, batokan ( kepala ikat pinggang ), gelang kono cincin, buntal dengan tambahan bunga kamboja dan patra menggala dibeberapa bagian dan kedua ujungnya, udhet cinde, kampuh dhodhot, kain cinde dan selop.

Sedangkan riasan pengantin pria diantaranya adalah kuluk mathak, sumping emas, sumping kembang sritaman, kalung sang – sang/ sungsun/ tanggalan, kalung karset, klat batu, keris/ wangkingan, duwung brangkah & ronce bunga sritaman, raja keputran gelang kono, kampuh dhodhot, kampuh dhodhot pradan motif semen, buntal, Kunca ( ujung dhodhot yang menjuntai ), celana cinde dan selop.

Dahulu masyarakat tidak berani mengenakan busana pengantin yang dikenakan di dalam kraton, namun kini busana – busana tersebut sudah dimasyarakatkan dan dapat dinikmati oleh seluruh insan Indonesia.

Semoga dapat menginspirasi :)

Terimakasih