Wednesday, 17 December 2014

PAKET PERNIKAHAN JAWA NASIONAL RISKA & DAUS, DI PADEPOKAN PENCAK SILAT TMII

Tidak mudah bagi Riska dan Daus dalam mempersiapkan segala sesuatunya untuk menunjang kesuksesan pesta pernikahan mereka, dimana keduanya tidak bisa meninggalkan kesibukan masing – masing. Pasangan ini mempercayakan moment bahagia mereka pada Sandra’s Project & team untuk turut serta dalam persiapan dan pelaksanaannya.

Selain pasangan pengantin itu sendiri, dekorasi dan pelaminan sering kali menjadi pusat perhatian para tamu undangan. Kali ini Sandra’s Project menyulap isi gedung dengan dominan warna silver dan purple, sesuai dengan warna – warna yang telah dipilih oleh pasangan Riska dan Daus untuk memeriahkan pesta pernikahan mereka.

Suasana modern dihadirkan pada area penerima tamu dengan balutan nuansa purple. Gazebo berukuran maxi yang terlihat sangat megah dan mewah dengan hiasan bunga tusuk dan lampu kristal. Pendar warna keemasan yang dihasilkan dari lampu kristal tersebut mampu memberikan sentuhan glamour pada area ini.  


Dari area penerima tamu, melangkah sedikit kearea lorong sebelum pintu masuk. Samahalnya dengan area sebelumnya, diarea ini kembali akan dijumpai gazebo berukuran maxi tetap dengan palet warna purple, hanya dibedakan dengan bentuk ornament dan hiasannya. Dibagian atas akan terlihat bunga gantung dengan aksen warna hijau dan putih yang dihiasi lampu Kristal keemasan. Disisi kanan dan kiri pintu diletakkan standing frame foto prewedding pasangan Riska & Daus.

Selain sebagai ornament dekorasi, peletakan standing frame ini juga dapat difungsikan sebagai sign in atau penanda sedang digelar pesta pernikahan pasangan tersebut. Diantara pintu dengan apik diletakkan vas bunga berukuran besar lengkap dengan rangkaian bunga yang indah, dibeberapa sisi gazebo ditambahkan ornament paying renda berwarna putih yang sengaja seperti digantungkan.
Sekeliling kedua area ini ditutup penuh dengan kain kombinasi warna putih dan purple, kesan bangunan tua yang sering kali dihadirkan oleh gedung serbaguna padepokan pencaksilat tidak lagi terlihat dengan balutan dekorasi  yang  sedemikian rupa diciptakan oleh Sandra’s Project & team.




Pondok Serbaguna Padepokan Pencak Silat menjadi tempat pilihan berlangsungnya penyatuan cinta mereka, letaknya yang cukup strategis disekitaran komplek TMII menjadi pertimbangan utama keduanya.


Mobil pengantin yang akan membawa pasangan ini sudah siap diarea parker gedung, dengan rangkaian bunga segar yang menjadi hiasannya.




Tepat setelah pintu masuk area resepsi, berdiri kokoh pergola lingkaran dengan hiasan lampu Kristal keemasan, seolah ingin menyambut pengantin dan para tamu undangan yang memasuki ruang resepsi dengan kemegahan yang diciptakan.

Jalur karpet merah berhias rose petals warna putih terbentang dari pintu masuk hingga menuju pelaminan, siap mengantarkan pengantin menuju singgasananya. Sisi kanan dan kiri dihiasi standing lamp dan rangkaian bunga segar, beberapa meja konsul berhias vas bunga diletakan diantaranya, suasana yang mampu menciptakan kesan romantis. 




Hiasan pohon maple dengan sorotan lighting keunguan diletakan dibeberapa sudut ruangan, terlihat sangat menawan.  Disisi lain gebyok kayu warna putih yang dihiasi rangkaian bunga difungsikan sebagai pergola masuk kedalam area VIP, memberikan kesan privacy untuk area tersebut, sebagai tanda kehormatan untuk menyambut kehadiran tamu istimewa.




Diarea dalam ruang resepsi akan kita jumpai backdrop warna ungu dengan bingkai ukiran warna putih, beberapa foto prawedding Riska & Daus digantungkan dibagian backdrop. Meja & kursi yang dihiasi dengan rangkaian bunga serta sarang burung diletakkan didepan backdrop sebagai pemanis, area ini seringkali disebut dengan Gallery Photo.




Pelaminan dengan latar belakang gebyok ukiran kayu warna putih, yang dimodifikasi dengan bentuk serupa pilar dengan ukiran, menghadirkan citra modern jawa atau seringkali disebut dengan pelaminan jawa modifikasi. Sedangkan suasana fresh tercipta dari beberapa standing flower yang megah dengan rangkaian bunga segar. Sofa – sofa yang berjajar sedemikian rupa dibagian tengah pelaminan menciptakan suasana nyaman seperti diruang keluarga.




Beberapa ornamen – ornament unik seperti flower ball warna merah dan broken white, sarang burung dan mini standing lamp dengan pendar lampu warna keemasan berkesan maroko menjadi hiasan tepat didepan panggung pelaminan.




Sebelum acara resepsi berlangsung, meja akad nikah disiapkan oleh Sandra’s Project & team didepan pelaminan dengan segala pernak – perniknya. Termasuk sign in & Qcard untuk pelaku akad agar mempermudah pelaku akad tersebut untuk menujut empatnya masing – masing.




Pukul 04.00 dini hari Riska sudah memulai sesi make up dengan perias, riasan jawa solo ( Surakarta ) menjadi pilihannya dalam acara sakral tersebut, selama sesi make up Riska terlihat sangat tenang dan menikmati setiap detailnya.

Saat yang dinantikan akhirnya tiba, prosesi paling sakral dalam kehidupan kedua calon pengantin ini akan segera dimulai, seluruh keluarga besar telah bersiap diarea akad nikah untuk menjadi saksi penyatuan cinta Riska & Daus.


Keduanya disandingkan dimeja akad nikah, didepan penghulu , wali nikah dan para saksi, Daus terlihat tegang. Sebelum ijab qabul dimulai, Riska memohon izin dan meminta doa restu kepada ayahanda untuk berkenan menikahkan dia dengan laki-laki pilihannya yaitu Daus. Seketika suasana syahdu terasa dalam ruangan, para tamu undangan dan keluarga dengan seksama mendengarkan setiap kata yang terucap dari mulut  Riska,menghadirkan keharuan tersendiri , sangat menyentuh dan dari hati.



Tepat jam 08.00 pagi, ayah Riska menjabat erat tangan Daus dan mengucapkan kalimat ijab dengan tenang kemudian dengan lantang Daus menjawabnya dengan kalimat qabul. Prosesi sakral tersebut mampu mengubah suasana menjadi lebih hening. Setelah para saksi mengesahkan ucapan keduanya, maka sah pula Daus dan Riska menjadi sepasang suami istri.
Ijab merupakan kalimat yang diucapkan oleh wali nikah/ayah kepada mempelai pria dan qabul merupakan kalimat yang diucapkan oleh mempelai pria sebagai jawaban dari kalimat yang diucapan wali nikah. Keduanya dinilai sangat sakral dalam pernikahan islam karena mempunyai arti yang sangat mendalam.



Setelah penandatanganan dokumen pernikahan dilakukan, masing-masing menerima buku nikah sebagai bukti bahwa mereka pasangan suami istri yang sah menurut agama dan negara kemudian pemakaian cincin dilakukan bergantian. Ketegangan telah berganti dengan kelegaan, senyum mereka kini menjadi penghias wajah keduanya. 



Prosesi ijab qabul telah selesai, kemudian berganti dengan prosesi sungkeman. Sungkeman merupakan prosesi adat yang sampai sekarang masih banyak dilakukan oleh masyarakat pada umumnya. Suasana kembali mengharu biru ketika keduanya sungkem kepada kedua orang tua masing-masing, karena dalam sungkeman itu sendiri bisa diartikan seperti memohon ijin atau meminta maaf kepada orang tua atau yang dituakan.




Setelah sungkeman, Fotografer Sandra’s Project mengabadikan kebersamaan kedua mempelai dengan orang tua.






Raja dan ratu sehari segera memasuki ruang resepsi, prosesi kirab/ masuk pengantin sebagai pembuka acara resepsi pernikahan pasangan ini siap untuk dilaksanakan, orang tua dan keluarga sudah rapi dalam barisannya menunggu kehadiran Riska&Daus. Dengan diiringi dan dipandu Cucuk Lampah, pengantin dan keluarga berjalan beriringan menuju pelaminan.





Moment bahagia yang diyakini oleh banyak orang dengan moment “ sekali seumur hidup “ ini menghadirkan kebahagian yang seolah tidak ada habisnya, diabadikan oleh fotografer Sandra’s Project pada setiap detailnya.  Menjadi kenangan sepanjang hidup Riska dan Daus beserta keluarga.

Terimakasih Riska dan Daus, telah mempercayakan moment istimewa dalam hidup kalian kepada Sandra’s Project dan team.

Selamat menempuh hidup baru, bahagia selalu dan happily ever after…

Semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah dan warrahmah…