Wednesday, 8 October 2014

PAKET PERNIKAHAN INTERNASIONAL SELVIN & RUDY DI GEDUNG MAHKAMAH KONSTITUSI BEKASI


Acara pernikahan Selvin dan Rudy dengan konsep  pernikahan internasional  menjadi  project yang kami kerjakan kali ini.  Acaranya sendiri  diselenggarakan digedung Mahkamah Konstitusi yang biasa dikenal dengan gedung MK terletak  di kota Bekasi.





Selvin dan Rudy merupakan pasangan yang sangat simple dan mandiri, semua persiapan menjelang acara terpenting dalam hidup mereka, mereka kerjakan semuanya sendiri tanpa banyak melibatkan keluarga besar.   Pasangan ini bertemu dengan Sandra’s Project hanya 2 kali, pertama  pada saat booking  awal sekaligus menjelaskan konsep seperti apa yang mereka inginkan  dan  technical meeting di venue. Keduanya mempercayakan semuanya kepada Sandra’s Project.  Dengan hanya ditemani oleh sepupunya , pasangan ini menghadiri technical meeting untuk memastikan semua persiapan terakhir dengan Sandra’s Project dan vendor lainnya.
Untuk keseluruhan dekorasi mereka memilih tema warna gold dan maroon, warna tersebut mampu menyulap seluruh ruangan terlihat lebih elegan dan mewah. Mulai dari peletakan standing flower, meja gallery dengan foto-foto kedua mempelai, gazebo, pergola ranting diarea pintu  masuk dan keluar, panggung music, penempatan buffe dan area tamu VIP, semuanya tertata rapi,  sesuai dengan konsep yang telah disepakati.


Selvin, mempelai wanita mengawali persiapannya dengan mempercantik diri di salah satu bridal didaerah Kelapa Gading, mulai dari make up, hair do dan gaun, ia selesaikan detailnya ditempat tersebut dibantu oleh tenaga professional disana agar penampilannya dihari yang istimewa ini tidak terlupakan oleh siapapun yang menyaksikannya. Selvin terlihat sangat cantik dan anggun dengan  gaun putih yang ia pilih, simple tapi memukau.


Ditempat yang sama, Rudi, sang mempelai pria juga melakukan persiapan yang serupa.Mulai dari pulasan make up tipis agar tidak terlihat pucat sampai dengan setelan jas silvernya. Rudy merapikan sendiri setelan jasnya,  ia terlihat sangat tampan . Keduanya terlihat sangat menikmati persiapan ini. Meski sekilas nampak ketegangan pada wajah Rudy, perasaan yang sangat wajar dan biasa dirasakan oleh para calon mempelai, namun hal itu tidak mengganggunya sedikitpun.
Setelah selesai sesi make over tersebut, kemudian mereka menuju kekediaman masing-masing untuk melaksanakan prosesi selanjutnya.


Di kediamannya, Rudy dan keluarga melaksanakan beberapa tradisi seperti ibu mempelai pria memasangkan jas dilengkapi dengan sarung tangan dan menyerahkan hand bouquet kepada Rudy untuk diberikan kepada Selvin, lalu tradisi pengguntingan pita merah ( melangkahi kakak ) didepan pintu yang akan dilakukan oleh kakak perempuan Rudy .Tradisi ini dilakukan karena masih ada kakak dari Rudy yang belum menikah dan dia akan melangkahinya, setelah semua tradisi ini dilakukan, barulah Rudy diizinkan keluar  rumah untuk selanjutnya menjemput Selvin.
Biasanya tradisi pengguntingan pita merah juga disertai dengan memberikan hadiah (plangkahan ) kepada kakak yang belum menikah tersebut.Tradisi barang  plangkahan tidak hanya ada di tradisi jawa atau sunda, tetapi juga pada tradisi pengantin Tionghoa. Hal ini dilakukan dengan tujuan pengantin meminta izin kepada kakak bahwa dia akan menikah terlebih dahulu dan agar kakak tidak merasa sakit hati atau sedih.


Sementara itu dikediaman mempelai wanita, Selvin juga melakukan salah satu tradisi yaitu kedua orang tua Selvin memakaikan penutup wajah dan memberikan corsage untuk nanti dipasangkan dijas Rudy.
          Pada tradisi Tionghoa, menggunakan penutup wajah masih banyak dilakukan dan dipercaya. Tujuan awal tradisi ini adalah agar pengantin wanita tidak dilihat oleh pria lain selain suaminya. Namun, dewasa ini penutup wajah sudah banyak dimodifikasi dan disesuaikan dengan gaun yang dikenakan pengantin, sedangkan pada awalnya penutup wajah tersebut tidak menggunakan bahan transparant.
Setelah mengenakan penutup wajah, Selvin menunggu kedatangan Rudy didalam  kamarnya.




Setibanya dikediaman Selvin, Rudy tidak disambut oleh Selvin diluar kamar, seperti halnya tradisi pengantin Tionghoa, kedua mempelai harus bertemu dikamar pengantin. Rudy terlihat sangat antusias dan ingin segera bertemu dengan Selvin. Saat keduanya bertemu, terpancar senyum kebahagiaan pada wajah  masing-masing. Rudy memberikan hand bouquet pada Selvin dan kemudian Selvin memasangkan corsage pada jas yang dikenakan Rudy. Lalu Rudy membuka penutup wajah Selvin dan mencium keningnya, setelah itu keduanya saling memakaikan cincin. Setiap detail yang mereka lakukan tersebut tak luput dari penglihatan fotografer. Senyum bahagia slalu terlihat sepanjang apapun yang mereka lakukan.


Sebelum menuju venue diselenggarakannya acara pernikahan mereka, tak lupa fotografer mengabadikan kedua mempelai didalam kamar pengantin dan dengan keluarga Selvin.


Sesi foto studio pengantin dengan keluarga inti dilakukan di venue sebelum dilaksanakannya prosesi pengantin masuk ( kirab ), senyum bahagia terus terpancar dari kedua mempelai dan keluarganya.


          Sekitar jam 19.00 para tamu sudah mulai hadir dan prosesi pengantin masuk ( kirab) akan dilakukan. Terlihat ketidaksabaran dari para tamu untuk segera menyaksikan pasangan ini berjalan dikarpet merah ( red carpet ) dengan anggunnya menuju pelaminan. Seperti biasanya susunan prosesi kirab pengantin dalam konsep internasional, kedua orang tua pengantin berjalan terlebih dulu disusul dengan para saudara kandung baru kemudian kedua mempelai.
Pada saat pengantin masuk ruangan, Rudy menggandeng tangan Selvin dengan gagahnya dan senyum mereka selalu menggambang untuk membalas sapaan para tamu yang telah hadir.
Di pergola ranting setelah pintu masuk, sebelum keduanya menuju pelaminan, Rudy menarik lonceng  tepat diatas keduanya, membuat kelopak- kelopak mawar merah bertaburan diatas mereka. Selvin dan Rudy tertawa bahagia dan team  Sandra’s Project membuat buble- buble beterbangan disekitar pengantin, pemandangan yang sangat indah dan  memukau, membuat para tamu ikut serta larut dalam prosesi ini kemudian keduanya melanjutkan kembali berjalan di red carpet  menuju pelaminan.
          Setelah sampai dipelaminan. Sejenak pengantin, keluarga dan para tamu dengan khidmat mendengarkan sambutan dan doa yang diberikan dari keluarga.


          Selanjutnya pengantin memotong wedding cake yang berada didepan pelaminan, Selvin dan Rudy berjalan menuruni pelaminan ditemani oleh orang tua keduanya. Wedding cake warna putih yang dihiasi bunga mawar itu dipotong kemudian mereka memberikan suapan potongan tersebut kepada orang tua. Pengantin menyuapi wedding cake satu sama lain dan selanjutnya terdengar suara teriakan para tamu yg hadir “ Cium,,cium,,cium,,’’, keduanya berciuman.


          Sevin dan Rudy menuangkan champagne pada setting gelas champagne, menuju pelaminan kembali dan memberikan gelas champagne kepada orang tua .Selanjutnya toss dengan keluarga dan para tamu.
          Untuk wedding cake dan  toss champagne biasa dilakukan di  International Wedding Concept, sedangkan untuk champagne itu sendiri, diIndonesia seringkali beberapa pengantin memilih untuk tidak menggunakan original champagne, tapi hanya menggunakan botolnya saja kemudian direffil dengan  juice atau soft drink lainnya yang tidak mengandung alcohol.


          Seperti acara wedding pada umumnya, antrian para tamu  untuk sekedar memberikan ucapan selamat kepada pengantin dan keluarga tidak dapat dipungkiri pastinya. Untuk menghindari kejenuhan para tamu yang sedang mengantri dan menikmati hidangan, tentu acara tersebut dimeriahkan oleh adanya entertainment / music yang telah disiapkan. Disinilah salah satu fungsi adanya entertainment/ music, untuk lebih memeriahkan suasana agar tidak cenderung sepi atau hanya suara riuh para tamu saling mengobrol.


          Sebelum acara lempar boneka, kedua pengantin ini memilih untuk minggle atau turun menyapa langsung para tamu yang hadir dan memberikan gift. Sepertinya kebahagiaan Selvin dan Rudy tak bisa disembunyikan saat  secara langsung menyapa teman-teman yang hadir . Senyum bahagia itu selalu mengambang diwajah keduanya.
          Tidak banyak pasangan pengantin yang memilih untuk minggle, karena ada yang berpendapat repot, lebih melelahkan dan memakan waktu.Tapi  minggle biasanya dipilih karena pasangan pengantin tersebut ingin langsung menyapa para tamu undangan yang hadir dan mengucapkan terimakasih dengan memberikan gift, berfoto-foto dan bercengkrama dengan teman-temannya.


          Dan salah satu sesi acara yang biasanya sangat ditunggu-tunggu oleh para tamu yang hadir adalah lempar bunga atau lempar boneka.Banyak konsep yang bisa dipilih oleh para pengantin disini, bisa dengan lempar bunga, boneka , balon atau konsep lainnya yang diinginkan. Selain berharap akan mendapatkan gift atau hadiah dari pengantin, para tamu juga masih percaya bahwa yang bisa mendapatkan lemparan bunga atau boneka yang utama akan segera menyusul ke pelaminan atau segera menikah, inilah kenapa biasanya MC menyebutkan yang boleh ikut serta memperebutkan lemparan tersebut adalah yang masih single atau belum menikah.
          Untuk Selvin dan Rudy sendiri, mereka memilih melempar  boneka Teddy Bear dan tidak hanya satu boneka, kurang lebih ada 10 boneka  tapi ada satu boneka yang mereka beri tanda dan yang mendapatkan boneka tersebut akan mendapatkan gift/ hadiah. Hadiah yang mereka siapkan adalah sebuah cincin emas. Para tamu sangat antusias untuk ikut serta berebut lemparan boneka, teriakan dan tawa terdengar diruangan tersebut.Dan akhirnya, cincin itu berlabuh di jari salah satu teman mereka.
Good  job,,,,selamat menikmati hadiahnya,,,,tidak sia-sia berdesakan dengan tamu yang lain ! .


          Sebelum akhirnya semua sesi acara selesai, tentu tidak akan luput dari penglihatan fotografer yaitu foto-foto dipelaminan, terutama pengantin, keluarga dan pendamping pengantin.



          Dari awal hingga akhir acara sepertinya senyum sang pengantin tidak pernah habis, kebahagiaan  itu terus menerus terpancar dari keduanya. Menghipnotis semua yang hadir dan  menyaksikan untuk turut serta merasakan kebahagiaan yang saat ini mereka rasakan.


          Happy wedding Selvin dan Rudy,,terimakasih telah mempercayakan Sandra’s Project untuk terlibat langsung dalam moment bahagia ini.
Selamat menempuh hidup baru dan bahagia selalu ,,,,,,