Wednesday, 28 March 2012

Pernikahan Adat Sunda Esti dan Juan di Persada Halim Sport Club

Kali ini Sandra's Project mendapat kepercayaan dari Esti, Juan dan keluarga besarnya untuk mendesain paket pernikahan yang akan berlangsung malam hari di Persada Halim Sport's Club. Kami dengan senang hati membantu mewujudkan keinginan kedua keluarga, dan memastikan segalanya berjalan lancar hingga acara selesai.

Paketsundaestijuan-24
Ketegangan dan kecemasan adalah hal yang normal terlihat pada calon mempelai pria sesaat menjelang akad nikah. Itu juga yang tersirat pada wajah Juan ketika menanti waktu akad nikah dimulai. Sementara sang calon mempelai wanita, dengan penuh haru meminta izin kepada ayahandanya untuk dinikahkan dengan si pujaan hati.

Pernikahan-sunda-estijuan-1

Setelah mengucap ijab kabul, sah lah sudah Juan dan Esti menjadi suami istri. Lega dan gembira terlihat pada raut keduanya saat dengan bangga menunjukkan buku nikah mereka.

Pernikahan-sunda-estijuan-2b
Kasih dan restu Ibunda menyertai sepanjang nyawa di badan. Untuk itu hormat disujudkan Esti kepada kedua orang tua setelah akad nikah. Dengan harapan doa dan kasih mereka akan selalu mengiringinya dalam menempuh hidup baru dalam bahtera rumah tangga. Demikian juga ikhlas dan restu yang diberikan Ayahanda Juan pada putranya.

Pernikahan-sunda-estijuan-3
Rangkaian upacara Sawer diadakan sesaat setelah akad nikah berakhir, sebagai wujud cinta kedua keluarga besar pada budaya Sunda yang sudah berlangsung turun temurun.

Pernikahan-sunda-estijuan-4
Persada Halim Sport Club Jakarta dengan dekorasi di malam hari merupakan salah satu pilihan venue pernikahan yang patut dipertimbangkan, karena terlihat cantik dan megah dalam komposisi dekor yang di design oleh team Sandra's Project.

Paketsundaestijuan-12Pernikahan-sunda-estijuan-6Paketsundaestijuan-15Paketsundaestijuan-16
Mang lengser, Pembawa Payung dan para Penari Merak adalah pengiring barisan kirab pengantin yang banyak di pakai pada acara pernikahan adat Sunda.

Paketsundaestijuan-17Paketsundaestijuan-18Paketsundaestijuan-19Paketsundaestijuan-20Paketsundaestijuan-21
Selalu menyenangkan melihat bagaimana pesta yang didesain dapat membuat mempelai dan keluarga besarnya rileks, nyaman dan menikmati hari bahagia mereka. Juan membawakan sebuah lagu untuk sang istri tercinta menambah maraknya suasana pesta pada malam itu.

Paketsundaestijuan-22Paketsundaestijuan-23Paketsundaestijuan-26
Sekali lagi selamat berbahagia Juan dan Esti! Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan pada Sandra's Project untuk mendampingi pada hari istimewa kalian :)

Paketsundaestijuan-25

 

Tuesday, 27 March 2012

Foto Pre Wedding Dinna dan Firman

Pasangan Dinna dan Firman mengawali sesi pertama pemotretan indoor di Bella Rosa, Kemang. Nuansa gelap dengan sentuhan asesories berwarna merah terang yang memberi kesan glamour retro, dipilih oleh pasangan ini.

Image00
Dengan memanfaatkan interior ruangan-ruangan di Bella Rossa yang unik, pilihan busana yang tepat dan arahan dari fotografer kami, terekamlah suasana romantis dan elegan sepanjang sesi pemotretan yang berlangsung dari pagi hari.

Prewed-s1Prewed-s3Prewed-s2
Ada kebanggaan dan rasa senang tersendiri bila dapat mengabadikan hal-hal atau hobi yang kita suka. Motor Harley dan Firman adalah hal yang sulit dipisahkan. Mengendarai Harley merupakan kesenangan yang biasa dilakukan pasangan muda ini. Foto bersama motor kesayangan-pun menutup sesi pemotretan kami. 

Prewed-s4
Demikian sekelumit cerita dibalik pemotretan foto pre-wedding Firman dan Dinna. Ekspresi alami pada semua pose yang ditangkap oleh kamera mengungkapkan lebih dari kata-kata yang bisa dirangkai.

Sampai jumpa di pemotretan foto pre-wedding lainnya!

 

Friday, 9 March 2012

Upacara Siraman Adat Jawa

Siraman adalah upacara adat ritual warisan nenek moyang kita yang mengandung banyak falsafah di dalamnya. Dalam tiap langkah pada prosesi siraman dimaknakan agar para calon pengantin membersihkan diri dan hati sehingga semakin mantap untuk melangsung pernikahan esok harinya. Pada upacara yang lebih bersifat intern ini seluruh keluarga besar berkumpul, berbagi suka, memberikan doa restu dan dukungan moral pada sang calon pengantin untuk memasuki fase baru dalam kehidupannya.

Perlengkapan-siraman2
Perlengkapan acara Siraman terdiri dari: Gayung Siraman, untaian padi kuning keemasan yang menyertai gayung tersebut melambangkan merunduk dan mengayomi keluarga. Bubur Sengkolo memiliki arti sebagai penolak bencana sehingga semua dapat berjalan lancar; Selain itu terdapat rebusan umbi umbian yang tumbuh dalam tanah (lebih dikenal dengan nama polo pendem) dimaknakan agar rumah tangga yang nanti akan dibina oleh sang pengantin akan mempunyai pondasi yang kuat.

Terdapat pula rangkaian buah kulit; Kendi air siraman tempat air kucuran wudhu; Tumpeng Robyong yang bermakna harapan akan keselamatan, kesuburan dan kesejahteraan; Tumpeng untuk acara suapan terakhir; serta tidak ketinggalan Kreweng, yaitu uang dari tanah liat yang akan digunakan untuk membeli cendol dalam acara "dodol dawet".

Airsiraman

Yang perlu dipersiapkan juga yaitu mangkuk air bunga dan gunting untuk upacara potong rambut setelah siraman, serta sekop mini penggali lubang untuk upacara tanam rikmo (tanam rambut). Apabila si empunya hajat menyediakan tanda mata (souveneer) bagi para sesepuh yang nanti akan menyirami atau untuk para undangan acara siraman, sebaiknya juga telah dipersiapkan.


Air Siraman dan Pemasangan Bleketepe

Kegiatan diawali dengan menyiapkan air siraman yang berasal dari 7 sumber ke dalam gentong. Sumber air siraman biasanya diambil dari rumah besan, rumah pini sepuh, dan rumah adat yang kemudian diaduk dengan campuran bunga.

Acarasiraman

Sambil menunggu calon mempelai puteri bersiap-siap untuk siraman, sang Ayah melakukan pemasangan bleketepe (anyaman daun kelapa) sebagai tarub pada gerbang rumah. Pemasangan tarub dimaknakan sebagai tanda resmi bahwa akan ada hajat mantu di rumah yang bersangkutan.

Tata cara memasang tarub adalah sang Ayah menaiki tangga, sementara Ibu memegangi tangga sambil membantu memberikan bleketepe. Tatacara ini menjadi perlambang gotong royong kedua orang tua yang menjadi pengayom keluarga.

Bleketepe

Sejarah mengenai kegiatan pemasangan tarub ini dimulai pada saat Ki Ageng Tarub, salah satu leluhur raja-raja Mataram mempunyai hajat menikahkan anaknya Dewi Nawangsih dengan Raden Bondan Kejawan, Ki Ageng membuat peneduh dari anyaman daun kelapa. Hal itu dilakukan karena rumah Ki Ageng yang kecil tidak dapat memuat semua tamu, sehingga tamu yang diluar rumah diteduhi dengan payon daun kelapa itu. Dengan diberi ’payon’ itu ruang yang dipergunakan untuk para tamu Agung menjadi luas dan menampung seluruh tamu. Kemudian payon dari daun kelapa itu disebut ’tarub’, berasal dari nama orang yang pertama membuatnya.

Setelah selesai memasang tarub, kain penutup tuwuhan di kedua sisi gerbang masuk di buka. Tuwuhan mengandung arti suatu harapan kepada anak yang dijodohkan agar dapat memperoleh keturunan, untuk melangsungkan sejarah keluarga.

Tuwuhan

Tuwuhan terdiri dari :

  • Pohon pisang raja yang buahnya sudah masak. Maksud dipilih pisang yang sudah masak adalah, diharapkan pasangan yang akan menikah telah memiliki pemikiran dewasa atau telah masak. Sedangkan pisang raja mempunyai makna pengharapan agar pasangan yang akan dinikahkan kelak mempunyai kemakmuran, kemuliaan dan kehormatan seperti raja.
  • Tebu wulung berwarna merah. Dimaknakan sebagai sumber rasa manis. Hal ini melambangkan kehidupan yang serba enak. Sedangkan makna wulung bagi orang Jawa berarti sepuh atau tua. Setelah memasuki jenjang perkawinan, diharapkan kedua mempelai mempunyai jiwa sepuh yang selalu bertindak dengan ’kewicaksanaan’ atau kebijakan.
  • Cengkir Gadhing merupakan simbol dari kandungan tempat jabang bayi atau lambang keturunan.
  • Daun randu dan Pari Sewuli Randu melambangkan sandang, sedangkan pari melambangkan pangan. Sehingga hal itu bermakna agar kedua mempelai selalu tercukupi sandang dan pangannya.
  • Godhong apa-apa (bermacam-macam dedaunan) Seperti daun beringin yang melambangkan pengayoman, rumput alang-alang dengan harapan terbebas dari segala halangan


Jalannya Acara Siraman

Acara siraman diawali dengan sungkem calon pengantin kepada orang tua untuk mohon doa restu. Setelah itu calon pengantin dibimbing ke tempat siraman yang sudah disiapkan.

Siraman-jawa-1
Siraman dimulai dari kedua orang tua pengantin diikuti oleh pini sepuh yang telah dipilih. Air wudhu lalu dikucurkan oleh sang ayah dari kendi siraman. Kemudian kendi dipecahkan oleh kedua orang tua sebagai tanda pecahlah pamor sang anak sebagai wanita dewasa dan memancarlah sinar pesonanya.

Acara potong rambut, diikuti dengan menggendong ananda ke dalam rumah melambangkan kasih sayang orang tua yang senantiasa mengiringi anaknya sampai detik terakhir menjelang tahap baru kehidupan sang anak.

Siraman-jawa-2


Dodol Dawet

Sementara menunggu calon pengantin wanita berganti busana, seluruh keluarga berkumpul menyiapkan tumpeng untuk acara suap-suapan di akhir acara. Adik-adik tercinta lalu membagikan uang kreweng untuk digunakan pada acara jual cendol (dodol dawet).

Dodoldawet

Makna dodol dawet diambil dari cendol yang berbentuk bundar, diartikan sebagai lambang kebulatan kehendak orang tua untuk menjodohkan anaknya. Bagi orang yang akan membeli dawet tersebut harus membayar dengan kreweng (pecahan genting) bukan dengan uang. Hal itu menunjukkan bahwa kehidupan manusia berasal dari bumi.

Yang melayani pembeli adalah ibu sedangkan yang menerima pembayaran adalah ayah. Hal ini mengajarkan kepada anak mereka yang akan menikah tentang bagaimana mencari nafkah, bahwa sebagai suami istri harus saling membantu. Dibalik itu ada juga makna jenaka dari acara ini, yaitu simbolisasi kalau esok hari pada saat akad nikah dan resepsi, tamu-tamu yang datang akan sebanyak dan seramai jualan cendol/dawet tersebut!


Tanam Rambut dan Pelepasan Ayam

Selanjutnya upacara dilanjutkan dengan tanam rikmo/rambut oleh orang tua. Yang ditanam adalah potongan rambut kedua calon mempelai, dilakukan setelah wakil keluarga calon pengantin wanita kembali dari kediaman calon pengantin pria dengan membawa potongan rambut.

Prosesi-siraman
Pelepasan Ayam Jantan hitam merupakan prosesi selanjutnya yang berarti bahwa orang tua sudah dengan sepenuh hati ikhlas melepas putrinya untuk hidup mandiri. Bagaikan Ayam yang begitu dilepas sudah dapat mencari/mengais makanan sendiri, diharapkan untuk ke depannya sang anak dapat hidup mandiri, memperoleh rejeki yang luas dan barokah.


Suapan

Di penghujung acara, calon pengantin wanita yang telah berganti busana menerima uang kreweng hasil penjualan dodol dari Ibunda. Melambangkan pengajaran sang Ibu tentang bagaimana hidup mandiri dan mengatur nafkah pada kehidupan perkawinan. Suapan terakhir dan cium sayang dari kedua orang tua mengakhiri rangkaian acara siraman adat Jawa ini.

Suapan-siraman

 

Thursday, 8 March 2012

Pernikahan Adat Jawa: Bayu dan Tyas

Di pagi hari yang cerah, bapak dan ibu Karsono didampingi oleh seluruh keluarga besar dengan rasa hangat menyambut kedatangan Bayu, calon mempelai pria dan keluarganya untuk melangsungkan acara akad nikah.

Akad-1-pernikahanjawa

Suasana penuh haru dirasakan oleh semua yang menjadi saksi acara ketika Tyas sang mempelai wanita meminta ijin dan doa restu kepada ayahanda untuk dinikahkan dengan pilihan hatinya.

Akad-2-pernikahanjawa

Genggaman tangan antara Bayu dan ayahanda Tyas mengakhiri semua penantian dan ketegangan yang mengiringi sampai pada acara ini. Dengan mantap dan penuh keyakinan Bayu mengucapkan ijab kabul, diikuti oleh kalimat syukur yang menggema didalam ruangan. Alhamdulillah, sah!

Akad-3-pernikahanjawa
Lembaran baru bahtera rumah tangga telah dibuka. Tyas mencium tangan Bayu sebagai tanda hormat istri kepada suami. Cincin pernikahan pun disematkan, semoga mengikat keduanya hingga akhir hayat. Amin :).

Akad-4-pernikahanjawa

Resepsi pernikahan dengan menggunakan adat Jawa digelar di Auditorium Manggala Wanabhakti. Seluruh keluarga tampak tersenyum bahagia. 35 pasang among tamu termasuk pagar ayu dan pagar bagus siap menyambut para undangan. Mempelai wanita tampak anggun dan ayu dalam balutan dodot Kanigaran Jogjakarta, sementara mempelai pria begitu gagah disampingnya.

Resepsi-1-pernikahanjawa

Tarian Sekar Puri yang dibawakan oleh 6 orang penari membuka resepsi. Kata sambutan yang telah disiapkan oleh team Sandra's Project dibacakan oleh wakil keluarga untuk menyambut para tamu, disusul dengan doa.

Resepsi-2a-pernikahanjawaResepsi-2b-pernikahanjawa
Lelahnya menjalani prosesi pernikahan selama 3 hari tidak menyurutkan senyum bahagia kedua mempelai.

Resepsi-3-pernikahanjawa
Selamat untuk Tyas dan Bayu. Terimakasih atas kepercayaan yang sudah diberikan kepada Sandra's Project untuk mendampingi pada peristiwa bahagia ini :)

Resepsi-4-pernikahanjawa

Friday, 2 March 2012

Bella Rosa Kemang - Tempat untuk Pesta Pernikahan Kecil yang Hangat

Bertempat di daerah elite Jakarta Selatan membuat Bella Rosa cukup menjadi tempat favorite bagi para pasangan untuk melangsungkan pesta pernikahan di sana. Sandra’s Project lebih senang menyebutnya sebagai venue dengan 1000 wajah, karena setiap ruangan mempunyai tata dekorasi yang unik, seakan membawa kita dari satu dimensi ke dimensi lain. Sungguh sangat menyenangkan :)

Bellarosa-1Bellarosa-2Bellarosa-1aBellarosa-9Bellarosa-10Bellarosa-11
Dengan kapasitas maksimal 500 orang dan minimal 200 tamu, Bella Rossa mempunyai fasilitas yang cukup lengkap seperti make-up room, valet parking, sound system, genset, perijinan, shuttle. Fasilitas lain yang bisa dipakai adalah grand piano yang terdapat dalam ruangan itu. Untuk small warm party, Bella Rossa merupakan pilihan yang patut di pertimbangkan.

Pelaminan sederhana masih dimungkinkan ada di ruang utama, demikian juga dengan layout catering pada umumnya seperti buffee dan stall semua masih dapat diatur dengan cantik di ruangan utama dan ruangan pendukung lainnya.

Bellarosa-4Bellarosa-5Bellarosa-3Bellarosa-6Bellarosa-7a

Outdoor Area

Untuk perluasan area pesta, Bella Rossa juga menawarkan area luar. Outdoor selalu merupakan area favorite bagi para tamu undangan. Udara segar, suasana natural yang berbeda adalah hal menyenangkan. Tenda dekorasi terbuka menjadi salah satu pilihan bila khawatir dengan keadaan cuaca yang tidak menentu.

Di Bella Rossa berlaku satu hari satu acara, sehingga pasangan pengantin tidak harus berpacu dengan waktu dan dapat menikmati saat-saat istimewa dengan nyaman bersama keluarga dan teman-teman.

Bellarosa-13Bellarosa-14
Demikian highlite tempat untuk acara pernikahan kali ini. Jika Anda ingin merencanakan pesta pernikahan di Bella Rosa Kemang, kami team Sandra's Project siap membantu merancangkan paket istimewa untuk Anda. Salam! :)