Thursday, 12 January 2012

Paket Pernikahan Adat Sunda di Gedung Persada

Pagi yang cerah di buka dengan senyum ceria Shera, si calon mempelai wanita. Persiapan make up dan busana yang sudah dimulai dari pukul 05.00 pagi setimpal dengan "geulis" nya sang calon pengantin. Dalam balutan kebaya berjilbab dan nuansa putih adat Sunda, Shera siap memulai akad nikah yang akan berlangsung pagi hari itu.

Sementara seyum yang sama juga terbersit pada wajah Firman calon mempelai pria. Menyiratkan pancaran hati yang pastinya sulit diungkapkan dengan ribuan kata sekalipun "picture really paints thousands of words".

Paketpernikahansunda-01Paketpernikahansunda-02

Mengiringi persiapan "upacara pertemuan" antara rombongan calon mempelai pria dengan rombongan calon mempelai wanita, Sandra's Project dan team memastikan beberapa perlengkapan pendukung. Diantaranya rangkaian kalung melati untuk dikalungkan pada calon mempelai pria oleh ibunda calon mempelai wanita, air putih yang akan diminumkan pada calon mempelai pria, serta wadah emas berisi air bunga untuk acara adat. Semua siap tersusun rapih pada tempatnya, begitu pula dengan setting area akad nikah.

Paketpernikahansunda-03Paketpernikahansunda-04Paketpernikahansunda-05

Setelah pembacaan ijab kabul, sematan cincin pada masing-masing jari menandakan dimulainya babak baru kehidupan kedua mempelai dalam bahtera rumah tangga sebagai suami istri.

Paketpernikahansunda-06

Shera dan Firman pun melakukan rangkaian prosesi adat Sunda. Bakar harupat (lilin) merupakan prosesi adat SAWER. Kemudian injak telur, cuci kaki, huap lingkung, sungkeman dan lepas japati.

Setiap prosesi mempunyai falsafah tersendiri yang lebih merupakan pesan petuah dari para pendahulu untuk diingat sebagai bekal dalam berumah tangga nanti. Petuah-petuah tersebut diberikan oleh Juru Sawer dalam campuran bahasa Sunda dan Indonesia agar lebih mudah dimengerti oleh keduanya juga para undangan yang menyaksikan.

Acara suapan yang dijalani adalah pesan petuah dari para pendahulu agar dalam berumah tangga keduanya selalu saling melayani dan berbagai dalam rejeki, dalam suka maupun masa-masa sulit.

Paketpernikahansunda-07Paketpernikahansunda-08Paketpernikahansunda-09

Ruang Boeing di Persada Sport Club Halim Perdana Kusuma dipastikan telah siap untuk pesta yang akan berlangsung. Setting dekorasi gazebo dengan hiasan lampu crystal dipadu dengan meja galery mini frame dan standing bunga diatur saling mengisi, menyisakan tiada ruang kosong sepanjang karpet merah menuju pelaminan.

Paketpernikahansunda-10Paketpernikahansunda-11Paketpernikahansunda-14Paketpernikahansunda-16Paketpernikahansunda-15

Catering merupakan salah satu elemen penting dalam penyelenggaraan suatu pesta. Bagaimana layout meja diatur dengan apik agar tamu undangan dapat makan dengan nyaman dan pemilihan menu yang tepat merupakan hal penting yang tidak dilupakan sang tuan rumah.

Paketpernikahansunda-12Paketpernikahansunda-13Paketpernikahansunda-13dPaketpernikahansunda-13cPaketpernikahansunda-13b

Hijau adalah warna favorit sang pengantin wanita. Senyum ceria yang membingkai setiap wajah dalam gambar abadi ini adalah doa dan syukur akan kebahagiaan kedua mempelai sampai akhir hayat nanti.

Paketpernikahansunda-18Paketpernikahansunda-17

Selamat berbahagia Shera dan Firman!

Tuesday, 10 January 2012

Riasan Paes Untuk Pengantin Berjilbab

Paes jilbab mulai menjadi pilihan bagi para calon pengantin muslilm belakangan ini. Paes sendiri merupakan riasan tradisional  adat Jawa, dimana sebenarnya ada beberapa macam riasan paes dan kelengkapan busananya, terutama dari Solo (Solo Putri, Solo Basahan) dan dari Jogja (salah satunya adalah Paes Ageng). 

Paes Ageng Yogjakarta merupakan salah satu trend riasan paes yang banyak dipilih sebagai paduan dari paes jilbab. Busana dan tata rias Paes Ageng Yogyakarta ini dulunya hanya boleh dipakai oleh Sultan dan kerabatnya. Setelah jaman Sultan Hamengkubuwono IX masyarakat umum dibolehkan mengenakan gaya busana pengantin ini, seperti juga kain batik yang dulu hanya boleh dikenakan oleh kerabat kerajaan.

Rias-paes-pengantin-berjilbab-02Rias-paes-pengantin-berjilbab-01
Pada riasan jilbab Paes Ageng Yogyakarta, pengantin wanita tetap menjalani beberapa proses yang menjadi pakemnya seperti pengerikan rambut (halup halupan), pembuatan pola di bagian dahi sampai kepinggiran rambut (congkrongan) yang kemudian setelah pola terbentuk pantas pada paras sang pengantin wanita, di akhiri dengan penebalan / pengisian pada keseluruhan pola (kendelan).

Untuk menyamarkan sambungan riasan paes biasanya perias menggunakan semacam penutup kepala serupa dengan stoking hitam, sehingga sambungan antara paes dan penutup kepala terlihat halus. Pakem-pakem hiasan lain kemudian dipasangkan, seperti bando melati sebagai hiasan di  tengah kepala, dilengkapi dengan pethat (sisir berbentuk gunung), cunduk menthul (bunga permata berbatang yang ditancapkan diatas sanggul berjumlah  5 buah). Dan sebagai sentuhan akhir guna menambah keanggunan yang mewah pada wajah sang pengantin, Centhung  (perhiasan berupa sepasang sisir kecil bertahtakan berlian) diletakkan di atas dahi kiri dan kanan.

Kebaya mewah berkerah tinggi merupakan pilihan busana yang banyak dipakai oleh pengantin wanita berjilbab untuk tampil sebagai ratu yang anggun menawan pada hari istimewa tersebut.

Paes jilbab merupakan suatu cara yang cerdas bagi setiap wanita muslimah yang ingin terlihat cantik dengan tidak melupakan nilai nilai tradisi budaya dari mana dia berasal.

 

Lihat post lainnya:
Tata rias dan busana pengantin berjilbab

 

Thursday, 5 January 2012

Gedung Pernikahan Balai Sarwono

Pada bahasan gedung pernikahan kali ini pilihan Sandra’s project jatuh pada Balai Sarwono.

Yang menjadikan gedung pernikahan ini cukup unik adalah nafas Jawa yang tersemai di dalamnya.  Setiap sudutnya seakan menyapa kita dalam kerling tradisional Jawa yang cukup kental dan bersahabat. Dengan Balai Sarwono sebagai bangunan utamanya dalam area Joglo At Kemang, atmosfir layaknya suasana Solo jawa tengah dapat dirasakan  pada saat kita masuk dari gerbang utama.

Balaisarwono_3Balaisarwono_1Balaisarwono_2
Memiliki luas ruangan sekitar 420 m2, Gedung Pernikahan Balai Sarwono mampu menampung tamu hingga 200 orang, panggung dan gebyok permanen antik tradional khas Jawa, barang barang koleksi peninggalan masa lalu yang tertata dengan cantik, menjadikan Balai Sarwono layak dipertimbangkan sebagai pilihan gedung pernikahan pada hari istimewa Anda.

Balaisarwono_4Balaisarwono_5
Pendopo Solo yang menjadi perluasan dari area pesta dari Gedung Pernikahan Balai Sarwono juga tidak kalah menariknya. Pada bangunan yang didominasi kayu ala Jawa ini akad nikah / pemberkatan biasa di lakukan. Setelah acara tersebut, ruangan ini akan di tata ulang menjadi area pesta pendukung dari Gedung Pernikahan Balai Sarwono. Pendopo Solo sendiri mampu menampung sekitar 100 orang.

Jalan_penghubung_balai_sarwono_dan_pendopo_soloPendopo_solo_1Pendopo_solo_2Pendopo_solo_4Serambi_pendopo_solo_2Serambi_pendopo_soloPendopo_solo_3
Untuk menambah kenyamanan pesta Anda tersedia pula fasilitas untuk penambahan AC dan genset, ruang VIP,  area parkir kendaraaan untuk 40 mobil, juga jasa parkir valet parking bila di butuhkan. 

Demikian review Sandra’s Project untuk gedung pernikahan kali ini, tidak sabar rasanya  merancang suatu pesta perkawinan yang unik dan berkelas di tempat ini untuk Anda. Info lebih lanjut bisa hubungi kami melalui email atau hubungi 0816 1300 569

[sumber dan foto]