Tuesday, 7 August 2018

Tips dan Kiat Mengadakan Resepsi Pernikahan di Rumah



Resepsi pernikahan, merupakan acara puncak yang dilakukan oleh para pengantin dalam melengkapi prosesi pernikahan. Mulai dari konsep acara, pemilihan tempat, dekorasi, hidangan pesta, tata rias hingga souvenir menjadi urutan kebutuhan dari acara resepsi. 

Pesta yang digelar di rumah bisa tidak kalah meriahnya dengan pesta yang diadakan di gedung kok. Yang terpenting adalah bagaimana kamu menyiasati agar pesta di rumah tetap berkesan. Berikut tips jika ingin mengadakan pesta di rumah, dan kiat membuatnya tak kalah meriah dengan pesta di gedung.

Bersihkan rumah dan sekitarnya, bila perlu lakukan renovasi kecil

Sebelum mengadakan acara resepsi sebaiknya kamu membersihkan rumah dan lingkungan sekitar, hal ini sangat disarankan karena kebersihan tersebut akan mencerminkan pribadimu. Lingkungan yang bersih juga akan membuat tamu undangan nyaman ketika menghadiri acara resepsi. Karena rumah kita akan menjadi sorotan banyak orang, tidak ada salahnya melakukan renovasi kecil. Misalnya mengecat rumah kembali, merapikan ruangan dan membuang barang-barang yang tidak diperlukan lagi agar memberi lebih banyak ruang.

Minta izin kepada tetangga, RT atau RW

Kamu bisa meminta izin atau persetujuan kepada tetangga sekitar jika ingin mengadakan resepsi di rumah, hal ini dikarenakan kamu akan menutup beberapa akses jalan menuju rumah mereka atau akan menganggu jam istirahat mereka. Kamu juga bisa melibatkan beberapa tetangga sebagai panitia resepsi pernikahanmu.

Realistis dalam menyebar undangan

Menyelenggarakan resepsi pernikahan di rumah tentu berbeda dengan di gedung maupun hotel. Dengan ukurannya yang nggak cukup luas untuk sebuah pesta, kamu perlu memikirkan dengan baik jumlah undangannya. Meskipun masih bisa memanfaatkan halaman maupun jalanan depan rumah, tetap aja terasa kurang. Oleh karena itu, pikirkan dengan cermat jumlah undangan, ya.

Kalau harus mengundang banyak tamu, pisahkan mereka sesuai jamnya

Banyaknya orang yang kamu kenal dan cukup akrab, nggak mungkin dihilangkan dari daftar undangan. Kamu masih bisa mengundang mereka dengan kategori: teman, keluarga, dan tamu orangtua. Setelahnya kamu bisa bicarakan bersama pasangan dan panitia (termasuk orangtua) untuk menentukan jam kedatangan setiap kategori. Dengan begitu, lokasi resepsi pernikahan di rumahmu nggak akan penuh sesak, dan masih nyaman bagi para tamu.

Persiapkan jumpah patokan listrik

Listrik menjadi salah satu kebutuhan primer untuk kelangsungan acara resepsimu, oleh karena itu pastikan kamu telah melengkapi beberapa sumber daya listrik untuk kebutuhan acaramu. Jangan sampai ketika acara sedang berlangsung listrik rumahmu padam karena kamu tidak melakukan persiapan dengan baik dan mengecek ulang persiapan.

Pilih Dekorasi dan Tema Pernikahan

Usahakan jangan terlalu banyak barang. Pilihlah dekorasi yang tetap enak dipandang, nggak ribet, dan yang paling penting nggak menghabiskan tempat. Pastikan pencahayaan dan sirkulasi udara cukup karena tak jarang tamu undangan merasa gerah dan tidak nyaman ketika menghadiri resepsi pernikahan di rumah. Jika ingin membuatnya elegan usahakan jangan menggunakan terlalu banyak warna, maksimal 2 warna saja. Jangan biarkan halaman atau pagar rumahmu terlihat biasa saja karena ini akan menjadi kesan pertama tamu pada saat mereka datang. Pikatlah dengan hiasan di depan pintu kedatangan .Hal-hal ini akan membuat pestamu tak kalah istimewa karena semua dekorasinya seirama dan memiliki konsep yang matang

Pikirkan lahan parkir untuk para tamu yang membawa kendaraan

Tamu yang datang bukan hanya tetangga saja, kan? Nah, kamu harus menyiapkan lahan parkir untuk tamu yang membawa kendaraan ya! Jangan lupa juga menentukan orang yang akan menjaga area.

Sound system musik jangan sampai mengganggu tetangga

Musik memang bisa membuat suasana pesta menjadi meriah, seringkali suaranya dibesarkan. Alangkah baiknya kalau volume sound system disesuaikan dengan lingkungan tempat tinggal. Tentu kita tak ingin acara kita menjadi gunjingan tetangga.

Kalau bisa sediakan photo booth sederhana di pojokan acara

Kamu tetap bisa memiliki photo booth sendiri kok meski menggelar pesta di rumah. Idealnya photo booth di letakkan di dekat pintu kedatangan. Kamu bisa mengira-ngira bagian mana yang paling pas digunakan sebagai photo booth.


Mengadakan pernikahan di rumah memang sarat akan kesederhanaan dan kehangatan. Nggak hanya antar keluarga besar pasangan aja, tapi juga para tamu yang hadir. Oleh sebab itu, nggak ada salahnya mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik agar pernikahan nanti berjalan dengan lancar. Tentu, selain kesenangan kalian berdua, keluarga, dan panitia, kesan bahagia dari para tamu yang hadir juga kamu harapkan, bukan?

Thursday, 26 July 2018

Hal Yang Harus Dipersiapkan Sebelum Acara Lamaran


Sebelum dilangsungkan acara pernikahan, ada tahapan yang harus dilakukan oleh kamu yang ingin menikah yaitu lamaran. Lamaran sending terdiri dari dua tahapan.

Tahapan yang pertama adalah lamaran informal, dimana si pasangan laki-laki datang menemui orang tua atau wali kekasihnya dan mengutarakan kesiapannya untuk menikahi sang pujaan hati. Setelah mendapat persetujuan barulah kemudian ditetapkan waktu untuk dilakukan lamaran secara formal.

Di tahapan kedua ini (lamaran formal) dua keluarga besar dipertemukan secara resmi untuk saling berkenalan dan meminang mempelai wanita.

Buat kamu yang tengah berencana untuk menggelar acara lamaran, hal-hal berikut ini mesti kamu pikirkan dan persiapkan ya!

  1. Cincin.
    Harus dipersiapkan sebelum hari lamaran. Bagi sebagian pasangan, acara lamaran juga merupakan acara pertunangan. Agar cincin yang kamu bawa tersimpan rapi, siapkan juga kotak cincin yang menarik untuk menaruhnya.

  2. Siapkan Hantaran/Seserahan sebagai tanda pengikat.
    Pihak pria yang biasanya menyiapkan hantaran saat akan melamar. Bila kamu bingung tentang barang yang akan kamu jadikan hantaran, tanyakan saja pada pasanganmu atau keluargamu yang sudah berpengalaman. Biasanya seserahan terdiri dari beberapa macam barang-barang dan juga makanan, peralatan ibadah, perhiasan, serta pakaian/sepatu. Yang terakhir ini sebaiknya si wanita sendiri yang memilih agar sesuai dengan ukurannya.

  3. Pilih anggota keluarga besar  yang akan diundang di acara lamaran nanti. Pada prosesi lamaran, tak harus semua keluarga besar kamu undang jika memang memiliki keterbasan budget. Undang saja anggota keluarga yang menurutmu berperan penting dalam acara lamaran atau undang yang dekat denganmu.

  4. Agar terlihat kompak, tak ada salahnya mempersiapkan seragam untuk keluarga minimal untuk kedua orangtua.

  5. Tentukan siapa yang akan menjadi perwakikan keluarga saat melamar. Dari pihak pria maupun wanita lazimnya menunjuk satu orang pembicara atau yang menyambut, melakukan ramah tamah di hadapan keluarga besar yang datang. 

  6. Persiapkan biaya transportasi dan akomodasi jika calonmu tinggal di kota yang berjauhan. Hitung terlebih dahulu keluarga yang akan ikut ke acara lamaran, baru perkirakan kendaraan yang akan digunakan. Usahakan untuk membuat senyaman mungkin keluarga yang ikut menemani ke acara lamaran.
Itulah beberapa persiapan yang bisa kamu pikirkan jauh-jauh hari sebelum hari lamaran. Tidak perlu semuanya mesti ada, semuanya tergantung kesepakatan dan budget yang tersedia. Dengan mempersiapkan hal-hal di atas, semoga prosesi lamaranmu dengan pasangan berjalan lancar ya!

Wednesday, 27 June 2018

Tradisi Adat Pernikahan Gorontalo



Gorontalo adalah sebuah provinsi di pulau Sulawesi yang terkenal dengan julukan “Kota Serambi Madinah”, yang memiliki tradisi adat pernikahan unik dan memukau. Adat pernikahan Gorontalo memiliki pakem yang harus dipatuhi, tidak boleh asal sembarang melakukannya. Misalnya pada pemilihan warna, beberapa warna seperti putih dan biru dianggap sebagai ekspresi duka cita, sehingga tabu dipakai untuk pernikahan adat. Tidak hanya itu, ternyata calon pengantin juga perlu belajar tari singkat, karena ada ritual adat yang mengharuskan calon mempelai pria menunjukkan kebolehannya menari dan melempar selendang. Mempelai wanita pun demikian, ia mesti lihai memegang alat – semacam pedang, sambil menari di depan pelaminan. Luar biasa!

Prosesi Pernikahan Adat Gorontalo

Pertama-tama yang harus dilalui adalah proses meminang atau Tolobalango dalam istilah Gorontalo. Setelah pinangan diterima, prosesi adat dilanjutkan dengan mengantar seserahan dan mahar dari pihak calon mempelai pria kepada pihak calon mempelai wanita. Mahar dan hantaran lain berupa barang-barang berharga, perhiasan, dan buah buahan yang semuanya dibawa dalam wadah berbentuk seperti perahu (kola-kola) dan dilaksanakan dengan semarak diiringi tabuhan rebana.

Pada malam sehari sebelum upacara pernikahan diadakan upacara Mopotilontahu atau Molilo huwali yang berarti “menengok dan mengintip”. Dimana pihak keluarga calon mempelai pria mengunjungi rumah calon mempelai wanita. Pada tahapan ini, calon mempelai pria bersama ayahnya atau wali akan menari Saronde atau Molapi Saronde (melempar selendang). Tarian ini dimaksudkan untuk memperlihatkan kepada si gadis, bahwa mempelai pria siap mengarungi bahtera rumah tangga.

Pada acara puncak di keesokan harinya, seorang pemangku adat akan memimpin jalanannya rangkaian acara sesuai akad atau pemberkatan pernikahan pasangan mempelai.

Jika di malam sebelumnya sang mempelai pria yang menari, kali ini giliran mempelai wanita ditemani seorang pendamping senior dan telah berkeluarga menampilkan tarian tradisional Tidi Daa atau Tidi Loilodiya di depan pelaminan – disaksikan para tamu undangan saat resepsi. Tarian ini menggambarkan keberanian dan keyakinan sang mempelai wanita menghadapi badai dalam kehidupan berumahtangga.

Dekorasi Pelaminan Adat Gorontalo

Ada empat warna yang wajib diaplikasikan pada dekorasi pelaminan adat Gorontalo, yakni ungu, kuning emas, hijau dan merah. Tiang-tiang semacam pilar penyangga kanopi dengan bentuknya yang unik, dibalut beberapa kain sesuai warna adat yang digunakan. Bagian atas kanopi melambangkan mahkota kerajaan.

Untuk perhelatan besar yang diselenggarakan di sebuah gedung atau hotel, biasanya pelaminan adat dipadukan dengan dekorasi modern, antara lain penambahan elemen dekoratif lain seperti vas berisi rangkaian bunga segar, tata cahaya (lighting) modern, bahkan membingkai pelaminan adat dengan etalase dekoratif gaya kontemporer.


Thursday, 24 May 2018

Pelaminan Berkonsep Betawi Kolonial Untuk Resepsi Pernikahan Adat Betawi

Dekorasi pelaminan merupakan salah satu elemen dari sebuah pesta pernikahan. Dekor yang menawan mampu menggambarkan suasana wedding yang glamor, cantik, maupun simpel. Seiring perjalanan waktu, gaya dekorasi nasional dan internasional pun mengalami perkembangan yang luar biasa. Tak hanya bentuk klasik yang masih berpedoman dengan gaya terkini, kini dekorasi pun dapat menjadi sangat kreatif dengan gaya semi-nasional. Contohnya adalah dekorasi bergaya Betawi Kolonia.

Sebenarnya gaya dekorasi Betawi Kolonial juga termasuk tema internasional. Dikarenakan cikal bakal dekorasi ini terinspirasi dari rumah pejabat atau menir menir Belanda yang tinggal di Jakarta pada zaman penjajahan. Sampai sekarang gaya rumah seperti kolonial menjadi panutan bersejarah bagi adat Betawi.

Pelaminan bergaya Betawi Kolonial berwarna putih yang bersejarah dengan penggambaran rumah kolonial pada zaman dulu.
Atap yang megah membuat suasana menjadi lebih luas, lalu tak lupa dihiasi dengan ukiran motif dan gigi balang asal adat betawi. Kursi pelaminan dan standing flower yang terlihat bersejarah menambah kesan yang amat kolonial. Jendela kotak pun menjadi pelengkap penggambaran pelaminan Betawi Kolonial ini. Taman kecil dengan sarang burung terhampar di depan, dan tidak lupa lampu gantung dan juga lighting yang membuat pelaminan menjadi lebih berkilau.

Monday, 23 April 2018

Prosesi Pernikahan Perwira Militer, Pedang Pora

Perwira militer, baik TNI maupun Polri, mempunyai tradisi pernikahan dalam rangka melepas masa lajangnya yang disebut dengan Pedang Pora. Dalam prosesinya kedua pengantin akan diiringi oleh rekan-rekan perwira yang akan membentuk gapura dari hunusan pedang. Upacara yang begitu khidmat ini selalu mengundang decak kagum para tamu yang menyaksikan.

Tradisi Pedang Pora ini sudah berlangsung secara turun temurun. Tujuannya selain sebagai wujud solidaritas dan persaudaraan dari sesama rekan militer, juga dimaksudkan untuk memperkenalkan dan menyambut mempelai wanita sebagai bagian dari keluarga besar angkatan bersenjata. Gapura pedang yang dilewati kedua mempelai diartikan bahwa keduanya telah memasuki gerbang kehidupan yang baru.

Prosesi Pedang Pora ini hanya diperuntukkan untuk perwira militer pria yang masih aktif dan belum pernah menikah. Artinya, hanya bisa dilakukan sekali seumur hidup.



Jalannya Prosesi Pedang Pora


Dua belas perwira dengan seragam militer lengkap akan berdiri berjajar dan saling berhadapan di sepanjang jalan menuju pelaminan. Prosesi ini diawali dengan laporan dari komandan regu kepada mempelai pria bahwa prosesi Pedang Pora siap dilaksanakan. Ketika laporan sudah diterima, komandan regu kembali ke tempat dan memberi aba-aba kepada para anggota pasukan untuk menghunus pedang. Pedang Terhunus itu mengandung makna, bahwa "dengan jiwa ksatria kedua mempelai siap menghadapi segala rintangan yang akan mereka hadapi dalam kehidupan".

Kemudian berjalanlah kedua pengantin dengan pelan namun memasuki gapura pedang. Posisi awal pedang menyilang di bawah sebelum akhirnya diangkat ke atas pada saat kedua mempelai berjalan melewatinya. Pasukan pedang pora-pun dengan langkah tegap akan berjalan mengikuti dibelakang kedua mempelai.




Sesampainya di depan pelaminan, ke-12 perwira tersebut membentuk formasi lingkaran sambil mengangkat pedang dengan posisi kedua mempelai berada di tengah lingkaran. Formasi ini disebut Payung Pora, yang bermakna bahwa Tuhan Yang Maha Esa akan selalu melindungi kedua mempelai dalam menghadapi segala rintangan kehidupan dan selalu ingat untuk memohon lindungan dan petunjuk kepada-NYA.

Pada saat itulah dilakukan penyematan cincin yang melambangkan bahwa kedua mempelai akan bersama-sama dalam mengarungi bahtera kehidupan baru, dan penyerahan seperangkat pakaian seragam persatuan isteri angkatan kepada pengantin wanita. sebagai lambang bahwa mempelai wanita telah siap mendampingi suami sebagai istri seorang prajurit dan juga sebagai pertanda bahwa telah diterima sebagai bagian dari keluarga besar persatuan isteri militer.

Selanjutnya Komandan regu akan menyerukan aba-aba Tegak Pedang dan pembacaan puisi. Setelah itu sang pengantin dipersilahkan menuju ke pelaminan.




Semua tradisi pernikahan sarat akan makna didalamnya. Namun walau prosesinya berbeda-beda, tetap memiliki satu arti yaitu mendoakan kebaikan untuk sang pengantin.



Wednesday, 3 May 2017

PERNIKAHAN NASIONAL FAJAR & ASTRI
















Astri & Fajar yang dipertemukan semasa menjalani pendidikan lanjutan di STMT Trisakti, mungkin tidak menyangka mereka berjodoh membina rumah tangga. Segala niat baik Astri & Fajar untuk mengikat janji setia, dipercayakan kepada Sandra’s Project Wedding Package Designer dalam mewujudkan pernikahan yang sakral dan meriah. 

Dengan konsep Nasional, keduanya memilih warna Emas, Perak, dan Merah Muda sebagai balutan dekorasi acara resepsi.  Keduanya mengenakan baju pengantin bernuansa Emas dan Merah yang menonjolkan kesan mewah pada acara resepsi mereka. Dan sejak awal berlangsungnya Akad hingga berakhirnya acara resepsi, tampak sangat jelas perasaan bahagia di wajah kedua mempelai dan sanak keluarga.  

Selamat menempuh hidup baru Astri & Fajar…
Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah & warrahmah…

Adat Pernikahan                     : Pernikahan Nasional
Lokasi                                    : Ardhya Loka Halim                                                 
          Jl. Jatayu, RT.5/RW.11, Halim Perdana Kusumah, Makasar, 
          Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13610
No. Telp                                 : 021 – 801 9823

Monday, 10 April 2017

PERNIKAHAN ADAT JAWA SOLO AJENG & RESPATI













Pasangan yang sama-sama memilliki zodiac Virgo ini, memutuskan untuk menikah di tahun 2016. Respati sudah mantap melabuhkan hati kepada Ajeng, wanita pujaannya. Setelah mengikat janji setia, mereka melangsungkan pesta pernikahan di Manggala Wana Bakti dengan dibantu oleh Sandra’s Project Wedding Package Designer

Ajeng dan Respati sangat ingin mewujudkan keinginannya, menikah dalam konsep adat jawa, mulai dari rias, busana pengantin sampai dekorasinya. Ajeng memilih adat Jawa Solo yang kental dalam riasan dan busana pengantinya yang membuat Ajeng terlihat begitu anggun. 

Konsep dekorasi yang dipilih memberikan kesan nuansa Jawa, dengan ornament kayu yang menghiasi setiap detail dekorasi dan pelaminannya. Dengan sentuhan warna emas dan merah yang dipilih Ajeng & Respati, berhasil memberi kesan meriah pada pesta pernikahan mereka.  Atmosfer bahagia pun sangat terasa, terutama bagi pasangan pengantin dan keluarga besarnya.

Selamat menempuh hidup baru Ajeng & Respati…
Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah & warrahmah...



Adat Pernikahan                     : Pernikahan Adat Jawa Solo
Lokasi                         : Manggala Wanabakti - Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan, RT.1/RW.3, Gelora, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10270, Indonesia
No. Telp                                  : 021 – 573 2707